Soal rasa

3,5 tahun yang lalu, dengan yakin aku memutuskan untuk bergabung. Seiring jalan aku merasa ada banyak hal yang membuat aku ragu, keraguan ku karena aku yg belum bisa "move on" dari suasana organisasi ku di SMA. Akhirnya timbulah rasa tidak nyaman
Namun rasa itu harus aku tahan dan aku tetap bergabung karena ada tujuan yg tak akan bisa aku capai bila aku lepas, aku semakin khawatir bila aku lepas hingga sampailah pada suatu titik aku memutuskan untuk sudah tidak ingin bergabung lagi dan aku berpikir aku akan kuat walaupun lepas disini.
Nyatanya rencana Allah sangat berbeda dengan rencana ku, aku diberi amanah yang besar disini. Tak ada alasan yang jelas kalau aku harus menolak amanah tersebut. Akhirnya aku jalani itu semua dengan banyak warna. Tawa, tangis, kecewa, marah, bahagia, dll semua ada. 
Dan sampailah aku dipenghujung kepengurusan, harus ada laporan pertanggung jawaban, disana aku baru merasakan kekeluargaan, kenyamanan hingga akhirnya aku jatuh cinta disini. Kenapa baru diakhir jatuh cintanya? Bukankah sudah 3,5 tahun disini? Ini pun yang membuat aku bingung. Tapi aku yakin ini adalah bentuk penjagaan Allah untukku, cara Allah untuk aku belajar berpikir, mengambil hikmah agar menjadi manusia berakal di bumi ini. Jalan dakwah memang tak semulus itu, bukan hanya cara kita berdakwah kepada orang lain yang tak mudah tetapi juga cara kita beradaptasi di jalan dakwah yang berbeda tempat, berbeda team work, berbeda objek, berbeda organisasi. Bagiku tak mudah untuk mengolah rasa yg asing menjadi nyaman tetapi tak sulit untuk Allah. Ah iya mungkin aku lupa untuk banyak meminta kepada Allah.

Sekian curhatan kali ini....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tindakan yang menghasilkan identitas

Reconnecting with Quran vol.2

hakikat proses hidup