Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Tindakan yang menghasilkan identitas

Wahai diri tiap keberhasilan, kesenangan, kesuksesan mu janganlah membuat mu sombong dan menolak fakta bahwa itu adalah bentuk pertolongan Allah. Tiap kegagalan, kesusahan, dan kesedihan mu janganlah kamu salahkan Allah lalu berputus asa, Allah tidak mengasosiasikan diriNya dengan kesulitan, kamu pun banyak belajar dari kegagalan. Kenikmatan dan kesempatan di dunia ini terbatas dan di surgalah semua itu tak terbatas. Allah telah gariskan tantangan dan kesempatan tiap-tiap diri berbeda-beda. Tak sama karena ada kecendrungan kuat dalam diri tiap manusia. Kecendrungan kuat yang menjadi entitas kepribadian dan sumber kebahagiaan. Namun entitas kepribadian ini berbeda tiap manusia dan sangat sedikit Allah beri pengetahuan tentang ini, oh bukan berarti Allah dzalim dengan manusia. Allah ajarkan manusia untuk menempuh perjalanan untuk menemukan entitas kepribadian itu, meraih sumber kebahagiaan itu dengan bekerja, mencoba, bertindak, berusaha. Wahai diri mari mengenali diri ini dengan terus b...

Reconnecting with Quran vol.2

Gambar
  "Belajarlah Alquran untuk dirimu sendiri, jangan niatkan belajar Alquran untuk mengajarkan kepada orang lain, sedang dirimu tidak mendapatkan efek apapun dari Alquran itu sendiri" "Belajarlah Alquran untuk dirimu, bukan untuk mengutip ayat dan menyalahkan orang lain. Jangan menggunakan Alquran sebagai adzab bagi orang lain, Alquran diturunkan dengan penuh rahmat, jadikan ia rahmat (untuk orang lain). Hanya Allah yang pantas menghakimi" "Harusnya Alquran memberikan efek sebuah hati yang selamat, tujuan akhir kita agar saat menghadap Allah kita selamat" Alquran dibaca setiap hari kadang dengan artinya kalau ada waktu luang, percaya diri bahwa hal itu sudah sangat baik dan cukup. ternyata enggak 😔 Bersyukur Allah berikan waktu untuk selalu belajar, memperbaiki diri, bertaubat hingga sampai pada waktunya menyadari bahwa Alquran harus dipahami karena kitab ini diturunkan bukan untuk berbicara tentang orang lain tetapi tentang diri kita dan setiap bagiannya t...

Bertemu doi bukanlah akhir segalanya

Halo kalian yang buka tulisan ini. Gue mau bahas tentang memantaskan diri untuk menikah nih terinspirasi dari suatu forum diskusi di WA yang pembicaranya ka Atika Cahya, disitu ka Atika membahas tentang Seni Memantaskan Diri, menarik menurut gue dan  relate untuk gue jadi yauds gue daftar dan ikut diskusinya. Setelah ikut diskusinya ternyata diskusi ini menambah ketenangan gue dengan pertanyaan "kapan nikah?" "kapan jodohnya dateng?" entah dari orang lain maupun dari diri gue sendiri. Ternyata teorinya mudah ya untuk mengatakan "yaudah sekarang waktunya memantaskan diri dulu sebelum waktunya tiba" tapi yang sebenarnya terjadi adalah bukannya sibuk "memantaskan diri" tapi sibuk bertanya "siapa jodoh ku?" "kapan nikah". Sebenarnya harus kaya gimana sih kita dalam memantaskan diri? Diawali oleh ka Atika dengan kalimat... "Kita gak perlu laporan ke seseorang yang sudah kita targetkan untuk memantaskan diri" hmm oke jad...

refleksi dulu~

semua ini adalah tentang diri sendiri tanggung jawab untuk diri sendiri di awali dengan kesendirian dan diakhiri dengan kesendirian aku isi sebelum hari terakhir ku pun dengan belajar belajar untuk bisa bertanggung jawab atas diri sendiri belajar tidak lepas dari kata benar dan salah salah adalah sesuatu yang tak bisa hilang hidup adalah suatu pembelajaran menjalani hidup artinya kita menjalani suatu pembelajaran seumur hidup salah pasti sering kita lakukan selama hidup benar pun juga tetapi bukan itu yang perlu diingat ingatlah untuk belajar dari kesalahan  ingatlah untuk tidak cepat puas dengan kebenaran hey, belajar itu memang butuh perjuangan belajar butuh waktu untuk kita bisa paham belajar bisa darimana saja hidup pun berkaitan dengan berhasil dan gagal keduanya seharusnya membuat kita belajar bukan membuat kita terbang atau runtuh ah baru berhasil dalam hitungan jari, jangan terbang jauh ah baru gagal yang masih bisa kehitung, bukan akhir dari segalanya lagipula, hidup bukan...

Mencari Allah

Zaman sekarang banyak sekali ide-ide baru yang diciptakan kemudian dikembangkan menjadi suatu ideologi, yang kemudian ideologi ini diagung-agungkan oleh mereka-mereka yang meyakininya. Sampai sudah dititik apapun permasalahan di dunia ini penyelesaiannya bersumber dari ideologi tersebut dan terbentuklah sebuah "isme" dimana secara tidak langsung mereka yang meyakini ideologi dengan cara tersebut juga telah menjadikan ideologi sebagai sesembahan. Sesembahan kecuali Allah adalah lemah. Allah berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 73 yang intinya sesembahan yang manusia sembah kecuali Allah tidak dapat mencipatakan seekor lalat yang sering kita jumpai disekitar kita. Selain tak dapat menciptakan seekor lalat, berhala-berhala pun tak mampu mengendalikan seekor lalat untuk tidak mengambil sedikit sekali makanan atau minuman yang lalat hinggapi. Selemah itukah sesembahan? Maka ketika yang disembah lemah otomatis yang menyembah (manusia) pun lemah. Allah menegaskan dalam QS. Hajj ayat 74 ...

Beyond Blessed

Hidup selama hampir 23 tahun di dunia, sangat tidak mungkin tidak melakukan kesalahan, sangat tidak mungkin. Menyesali kesalahan yang telah dibuat, lalu diwaktu lain melakukan kesalahan lagi bahkan sering juga kesalahannya sama. Sampai pernah dititik "malu" untuk menghadap Allah, malu untuk memohon ampun, malu untuk meminta karena merasa sudah sangat diluar batas. Ah ternyata pikiran dan hati ku sempit! Sama saja menganggap cintaNya lebih kecil dari dosa-dosa ku. Padahal ternyata kebalikannya! CintaNya lebiihh besarr daripada dosa-dosa ku. Allah katakan sendiri dalam QS. Az-Zumar:53 dan kalian juga bisa tonton penjelasan ayat ini yang dijelaskan langsung oleh Ust. Nouman Ali Khan  https://www.youtube.com/watch?v=Ls113rurn3Y . "Katakanlah, "Wahai hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah . Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya . Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyanyang......

inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'un

Gambar
"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-oranng yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "inna llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (QS. Al-Baqarah: 155-156) Allah mengajarkan hambaNya untuk mengucapkan kalimat  "inna llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun."  (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali) ketika mendapat musibah. Tapi, kenapa Allah ajarkan kita untuk ucapkan kalimat tersebut? Melalui video  Ust. Nouman Ali Khan; Ujian  saya dapat memaknai QS At-Taghaabun: 11 sekaligus memahami anjuran Allah untuk ucapkan  "inna llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.". "Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."  ( QS At-Taghaabun (64): 11) Musibah yang disebut dalam QS 64:11 "asaba" ...

Don't Give Up

Gambar
Tulisan ini adalah resume dari dua video Ustad Nouman Ali Khan yang bisa di klik di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=AgGrL1_X7eg&t=116s https://www.youtube.com/watch?v=pijzmd3Zbr4 Setelah menonton dua video tersebut jujur saya meneteskan air mata, menyadari betapa Allah yang menciptakan kita semua sangat dekat, sangat mengenal, sangat memperhatikan, sangat mengasihi masing-masing diri kita. Dibuktikan dalan Quran Surah Al-Baqarah: 186 "Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan beriman kepada Ku, agar mereka memperoleh kebenaran" Melalui ayat tersebut Allah ingin memberitau kepada kita yang bertanya-tanya tentang Allah bahwa sesungguhnya Allah dekat dan Allah undang semua manusia, siapapun dia, bagaimanapun amalnya untuk berdoa kepadaNya dan menjamin akan mengabulkan segera setiap doa si ...

Reconnecting with Qur'an

Saya ingin mengawali tulisan reconnecting with Quran ini dengan sebuah perumpamaan cerita yang saya ingat sekali pernah disampaikan oleh guru saya saat SMA: ada seorang lelaki yang memiliki 4 istri yang mana semua istrinya berada di Indonesia, lelaki ini harus berpisah dengan 4 istrinya karena harus ke Palestina untuk membantu perang. Lelaki ini hanya bisa berkomunikasi dengan 4 istrinya melalui surat-menyurat. Suatu hari lelaki ini mengirim surat kepada 4 istrinya yang ditulis dalam bahasa arab dan inti dari surat tersebut adalah lelaki ini meminta tolong kepada istrinya untuk mengirimkan uang sebanyak 3 juta untuk Palestina. Setelah surat tersebut sampai ke 4 istrinya, ternyata responnya berbeda-beda; 1. istri pertama , menerima surat dengan senang dan ketika membuka ternyata bahasa arab, maka dilipat kembali surat tersebut tanpa dibaca 2. istri kedua , menerima surat dan ketika mengetahui tulisannya bahasa arab tetap mencoba untuk dibaca sampai selesai tanpa tau maknanya dan ti...

Puasa dan Taqwa

Resume dari video Ust.  Nouman Ali Khan:  Mengapa Muslim Berpuasa?   Telah saya ketahui bahwa Allah mengadakan bulan Ramadhan dan di dalam bulan tersebut umat Islam diwajibkan berpuasa agar menjadi hambaNya menjadi bertaqwa. Namun saya mencari arti dari taqwa itu sendiri tetapi selalu bertanya-tanya; "Kenapa tujuan berpuasa di bulan Ramadhan ini agar bertaqwa?" , "Saat puasa harus bagaimana saja agar tujuan taqwa itu tercapai?". Melalui video tersebut dijelaskan bahwa dalam surah Al-Baqarah ayat 183, Allah mewajibkan orang-orang beriman untuk berpuasa dan " la'allakum tattaquun" artinya sehingga kalian menjadi bertaqwa. Dalam ayat ini Allah menyebutkan tujuan dari Ramadhan dan harapan Allah agar hambanya dapat bertaqwa tetapi bukan berarti semua yang berpuasa bisa menjadi bertaqwa setelahnya, harapan bahwa kita bisa mencapainya sangat ada tetapi tak ada garansi.  Dengan puasa kita bisa mencapai taqwa. "Taqwa" dalam bahasa Arab ...

Akhlah adalah rezeki (??)

Dua pendapat ulama yang berbeda mengenai Sumber Segala Penyakit Hati menurut pendapat Al-Hilali dan Ibn 'Asyir adalah cinta kepada dunia yang fana, sedangkan menurut Ibn 'Atha'illah adalah kepuasan seseorang terhadap diri sendiri. jadi yang mana yang benar? aduh gausah tanyain yang mana yang paling bener. semuanya bener menurut gw dan semuanya bisa kita dalami hikmahnya. kali ini gw mau bahas mengenai sumber segala penyakit hati adalah kepuasan seseorang terhadap dirinya maka manusia yang selalu merasa tidak puas terhadap diri sendiri adalah manusia dengan kualitas yang baik. maksud disini adalah ketidakpuasan terhadap rezeki dari Allah berupa ilmu, akhlak, amalan bukan terhadap segi finansial. Sidi Ahmad az-Zarruq berkata bahwa ada 3 tanda dimana seseorang puas dengan dirinya. 1. Orang yg peka terhadap haknya dan tidak peduli dengan hak orang lain, sedangkan dalam islam tanggung jawab seseorang itu lebih besar daripada haknya 2. mengabaikan kesalahan-kesalahan yang ad...

hakikat proses hidup

Hari itu Jumat, 31 Januari 2020. Hari yang disibukkan untuk bimbingan artikel dan mengajar. Bimbingan artikel hari itu bersama dosen kesayangan gw, setelah berbulan-bulan gak ketemu akhirnya kita bertemu kembali. Singkat cerita setelah pertemuan itu, gw dipercaya beliau untuk jadi Aslab Kimor 2 lagi di setiap hari jumat. Beliau sih kayanya terpaksa mintol ke gw karna gak ada yang lain wkwk, gw? bahagia iya sedih iya. gw bahagia karena akan ada kesibukan sebelum ngajar yang mana kesibukannya tu jelas bermanfaat dan dibayar wkwk walaupun bayarannya gak sebanding sama ongkos gw :). sedihnya adalah itu di hari jumat, hari dimana menentukan tingkat kebahagiaan gw. gw sangat amat bahagia kalau hari jumat gak ada jadwal ngajar, artinya gw dari pagi bisa pulang ke rumah tapi kebahagiaan gw standar ya gak ningkat kalau ada jadwal ngajar, terpaksa gw harus pulang sabtu pagi. nah ini ngeaslab tiap jumat sudah pasti gw tidak bisa pulang jumat pagi. Setelah bimbingan gw liat2 IG, ada postingan s...