Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Bertemu doi bukanlah akhir segalanya

Halo kalian yang buka tulisan ini. Gue mau bahas tentang memantaskan diri untuk menikah nih terinspirasi dari suatu forum diskusi di WA yang pembicaranya ka Atika Cahya, disitu ka Atika membahas tentang Seni Memantaskan Diri, menarik menurut gue dan  relate untuk gue jadi yauds gue daftar dan ikut diskusinya. Setelah ikut diskusinya ternyata diskusi ini menambah ketenangan gue dengan pertanyaan "kapan nikah?" "kapan jodohnya dateng?" entah dari orang lain maupun dari diri gue sendiri. Ternyata teorinya mudah ya untuk mengatakan "yaudah sekarang waktunya memantaskan diri dulu sebelum waktunya tiba" tapi yang sebenarnya terjadi adalah bukannya sibuk "memantaskan diri" tapi sibuk bertanya "siapa jodoh ku?" "kapan nikah". Sebenarnya harus kaya gimana sih kita dalam memantaskan diri? Diawali oleh ka Atika dengan kalimat... "Kita gak perlu laporan ke seseorang yang sudah kita targetkan untuk memantaskan diri" hmm oke jad...

refleksi dulu~

semua ini adalah tentang diri sendiri tanggung jawab untuk diri sendiri di awali dengan kesendirian dan diakhiri dengan kesendirian aku isi sebelum hari terakhir ku pun dengan belajar belajar untuk bisa bertanggung jawab atas diri sendiri belajar tidak lepas dari kata benar dan salah salah adalah sesuatu yang tak bisa hilang hidup adalah suatu pembelajaran menjalani hidup artinya kita menjalani suatu pembelajaran seumur hidup salah pasti sering kita lakukan selama hidup benar pun juga tetapi bukan itu yang perlu diingat ingatlah untuk belajar dari kesalahan  ingatlah untuk tidak cepat puas dengan kebenaran hey, belajar itu memang butuh perjuangan belajar butuh waktu untuk kita bisa paham belajar bisa darimana saja hidup pun berkaitan dengan berhasil dan gagal keduanya seharusnya membuat kita belajar bukan membuat kita terbang atau runtuh ah baru berhasil dalam hitungan jari, jangan terbang jauh ah baru gagal yang masih bisa kehitung, bukan akhir dari segalanya lagipula, hidup bukan...