Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Semua doa akan di ijabah (?)

Doa dan permohonan perlindungan kepada Allah adalah senjata. Kekuatan senjata tidak semata-mata terletak pada ketajamannya, tapi juga pada pemakainya. Apabila sangat tajam dan digunakan oleh tangan yang kuatdan tanoa penghalang maka senjata itu akan ampuh menghancurkan musuh. Apabila salah satu syarat itu hilang maka hilang pulalah pengaruhnya. Demikian pula dalam masalah doa. Jika doa itu sendiri kurang baik atau yang berdoa juga tidak berkonsentrasi, baik hati maupun lidah yang mengucapkannya, atau karena hambatan lain maka doa itu akan membekas sama sekali dan krang itu tidak mendapatkan apa-apa. Ternyata salah satu penyebab gagalnya suatu doa adalah sifat tergeda-gesa dalam menanti terkabulnya doa. Hamba yang berdoa itu terlalu terburu-buru. Ia merasa ijabah -nya lambat, atau terlalu mundur datangnya, sehingga membuatnya cemas. Akhirnya, ia meninggalkan doa sama sekali. Lalu bagaimana agar doa kita di ijabah ? Lebih baik kita pahami betul waktu-waktu ijabah doa dan adab berdoa...

Hanya curhatan #1

Kita dulu terasa saling menopang Tapi kini terlihat saling berlomba Ingin pendapatnya yang paling benar Dan semua memahaminya Lupa atau sudah tak mengenal Mendengar pendapat lain Dan saling memahami Tak perlu kalian berdiri bertahan Bila hanya keterpaksaan Dan alih-alih mengatakan semua demi seseorang Bahkan semua yang melihat mu berdiri disana muak Kau berdiri namun terlihat jatuh Lemah tak berdaya

Sadar gak sadar

Tulisan random. Gw berharap banget gak ada yg baca sumpah Dari awal banget tahun 2019 sampai sekarang kesibukan otak gw adalah memikirkan skripsi. Iya 90% dipikirin 10% dikerjain, wow kapan lulusnya lau idup begitu. Udah udah Sebenernya sih ya otak gw tu gak selalu yg mikirin skripsi, karena ada social media which is gw aktif di IG dan baruu aja hari ini aktifin twitter lagi...iya, jadi karena gw melihat post temen gw, IGs para following, celotehan para anak twitter...ternyata ngebuat gw mikir "ko gw sakit ya" "ko gw kaya ngerasa terteken" "ko gw gini2 aja, mereka sangat amat berkembang" Banyak orang bilang yg kaya gitu tu bikin mental gak sehat. Tapi gw sendiri awalnya bingung...antara bingung sama gak punya otak sih gw tu, gw tu bingung pressure dari social media tu positif gak sih buat gw, karena gw tu seringnya kalo lagi dibawah tekanan otak gw jalan. Akhirnya malam ini terjadilah... Gw liat post dan IGs yg isinya sama dari salah satu temen gw, dia...

Pesan singkat untukku

Yu, selama 2018 ini banyak yang kamu lalui, aku bangga sama kamu karena kamu tidak terlalu pedulikan hasil tetapi kamu selalu berusaha menikmati proses yang selalu kamu harapkan menjadi berkah. Terima kasih ayu, kamu bisa jadi diri kamu sendiri, benar-benar jadi diri sendiri meskipun aku tau kamupun masih belajar untuk menjadi diri sendiri dengan berdiri tegak dengan prinsip mu. Tapi sudah bagus yu, kamu tidak membohongi diri kamu sendiri dengan siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Itu artinya kamu percaya sama diri kamu sendiri dan kamu sudah mulai meninggalkan penilaian orang yang tak ada habisnya. Kamu sudah tau yu kalau untuk menyimpulkan sesuatu meski hal kecil jangan dilihat dari satu sisi, kamu tau disetiap kejadian ada hikmah yang tersimpan dan harus sabar untuk dapatkannya. Pesan untukmu... Teruslah berproses, jangan pernah merasa puas, teruslah belajar, teruslah perbaiki diri, teruslah berbuat baik. Kamu boleh berenti sejenak (jeda) tapi ingat itu jangan terlalu lama. Sebar...