Reconnecting with Qur'an

Saya ingin mengawali tulisan reconnecting with Quran ini dengan sebuah perumpamaan cerita yang saya ingat sekali pernah disampaikan oleh guru saya saat SMA:
ada seorang lelaki yang memiliki 4 istri yang mana semua istrinya berada di Indonesia, lelaki ini harus berpisah dengan 4 istrinya karena harus ke Palestina untuk membantu perang. Lelaki ini hanya bisa berkomunikasi dengan 4 istrinya melalui surat-menyurat. Suatu hari lelaki ini mengirim surat kepada 4 istrinya yang ditulis dalam bahasa arab dan inti dari surat tersebut adalah lelaki ini meminta tolong kepada istrinya untuk mengirimkan uang sebanyak 3 juta untuk Palestina. Setelah surat tersebut sampai ke 4 istrinya, ternyata responnya berbeda-beda;

1. istri pertama, menerima surat dengan senang dan ketika membuka ternyata bahasa arab, maka dilipat kembali surat tersebut tanpa dibaca
2. istri kedua, menerima surat dan ketika mengetahui tulisannya bahasa arab tetap mencoba untuk dibaca sampai selesai tanpa tau maknanya dan tidak dicari tau maknanya
3. istri ketiga, menerima surat dan dibaca sampai selesai kemudian berusaha untuk mencari tau makna dari surat tersebut dengan cara mencari seseorang yang dapat berbahasa arab. setelah mengetahui artinya tidak ada kelanjutan tindakan (tidak diamalkan).
4. istri keempat, menerima surat, membacanya hingga selesai, berusaha untuk memahami, kemudian setelah memahami isi surat tersebut dilaksanakanlah perintah suami yaitu mentransfer uang sebanyak 3 juta ke Palestina.

Kemudian pertanyaannya, melalui kasus ini siapakah kira-kira yang akan paling di sayang suami? jawabannya pasti istri ke 4 karena surat yang telah ditulis dan dikirim oleh sang suami benar-benar diterima, dibaca, dipahami, dan dilaksanakan. Maka akan terjalin hubungan yang baik istri ke 4 dengan sang suami. Begitu pula yang terjadi dengan Allah dan kaum muslimin. Allah menurunkan kitab yang isinya bermakna untuk masing-masing diri kita, bukan hanya untuk Nabi Muhammad, bukan untuk beberapa golongan saja. Bukan. Tetapi untuk kita, Allah berbicara langsung dengan kita lewat Al-Quran. Maka agar hubungan kita dengan Allah selalu dekat, agar menjadi hamba yang paling di sayang Allah, reconnectinglah dengan Al-Qur'an. Tidak cukup hanya dengan membacanya dengan baik (memperhatikan hak setiap huruf) kita perlu untuk memahami makna di tiap ayat-ayat Al-Qur'an dan mengamalkan apa yang diperintahkan serta menghindari apa yang dilarang sehingga kita benar-benar merasa diurus Allah, merasa sangat dengan Allah, dan hati menjadi tenang.

"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata" 
Q.S. Al-Jumu'ah:2

Bila kita merasa sudah sangat jauh dengan Allah, membaca Qur'an pun tidak ada bekasnya dalam hati maka jangan pernah hal itu dibiarkan terus menerus. Kembalilah untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an sehari satu ayat dan konsisten. Jangan pernah menyerah dari rahmat Allah. Karena sejatinya Allah selalu menunggu kita untuk kembali kepada Al-Qur'an. 
"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. dan banyak  diantara mereka menjadi orang-orang fasik. Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti" 
Q.S. Al-Hadid:16-17
Semoga Allah memudahkan kita untuk memahami Al-Qur'an.

#MartikulasiNAKID
Tulisan ini terinspirasi dari 2 video ceramah Nouman Ali Khan yang link videonya ada di bawah. Sungguh sangat menyadari saya yang sudah 22 tahun menjadi muslim namun belum benar sungguh-sungguh memahami Al-Qur'an. Semoga hal ini menjad titik balik untuk diri agar tetap connecting dengan Qur'an setiap waktunya dengan bersungguh-sungguh memahami Al-Qur'an sehari satu ayat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tindakan yang menghasilkan identitas

Reconnecting with Quran vol.2

hakikat proses hidup