inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'un
"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-oranng yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "inna llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (QS. Al-Baqarah: 155-156)
Allah mengajarkan hambaNya untuk mengucapkan kalimat "inna llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali) ketika mendapat musibah. Tapi, kenapa Allah ajarkan kita untuk ucapkan kalimat tersebut?
Melalui video Ust. Nouman Ali Khan; Ujian saya dapat memaknai QS At-Taghaabun: 11 sekaligus memahami anjuran Allah untuk ucapkan "inna llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.".
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS At-Taghaabun (64): 11)
Musibah yang disebut dalam QS 64:11 "asaba" dalam Arab artinya "mentargetkan" yang berarti bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kita memang sudah secara khusus ditargetkan untuk kita dan kesulitan itupun akan selalu mengenai targetnya alias tidak pernah salah target. Semua atas izin Allah sehingga sesuatu terjadi pada kita, baik atau buruk sekalipun.
Seringkali ketika mendapat musibah menjadi putus asa, iman goyah, dan mempertanyakan "mengapa harus dapat cobaan seperti ini ya Allah, kenapa harus aku." Dan Allah menjamin untuk hambaNya yang dapat menjaga imannya selama musibah, Allah akan membimbing hatinya. Sakit, sedih, hampa, trauma selama mendapat musibah dan semua rasa itu dirasakan oleh hati kita maka Allah yang menciptakan musibahlah yang akan mengobati. Allah obati hati kita dan Allah bimbing hati kita. Bila hati baik maka baiklah semua yang ada pada diri kita. Namun perlu diingat, Allah bimbing hati kita bila kita dapat menjaga iman selama musibah.
Allah ajarkanlah kalimat yang dapat menjaga iman kita bila kita memahaminya, "inna llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (sesungguhnya kamu adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). Kalimat ini menyadarkan kepada kita bahwa semua milik Allah maka terserah Allah mau ambil kapanpun. Ketika mendapat musibah, sering terucap "Harusnya aku punya ini, harusnya aku udah kesana, harusnya aku bisa itu." Kita beranggapan Allah berhutang banyak pada kita. Padahal Allah tidak berhutang apapun dan kitalah manusia yang berhutang banyak dengan Allah.
Menyadari jari-jari yang digunakan untuk mengetik tulisan ini milik Allah,mata yang digunakan untuk membaca tulisan ini milik AllahAku hanya meminjamAku tidak memiliki apapun bahkan diriku sendiri pun bukan milik kumaka seharusnya bebas saja jika Allah yang memiliki semua ini mengambilnyainnalillahi wa inna ilaihi raaji'uunsesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah juga kami kembali
Bukti Allah membimbing hati hambaNya yang tetap beriman selama musibah adalah kisah ibu Musa yang diceritakan dalam QS. Al-Qashash:10 yang mana dijelaskan dalam video Ust. Nouman Ali Khan: Hati yang mampu melalui ujian
Apa dampaknya bila tidak menjaga keimanan selama menghadapi musibah?
Hal ini dijelaskan dalam video Ust. Nouman Ali Khan;Tidak tahan ujian
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa dalam QS. Al-Hajj:11, Allah berfirman,
"Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; makna di tepi adalah penuh keraguan, menyembah Allah namun tidak yakin sepenuhnya dengan Allah, tidak yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak yakin bahwa Allah akan mengabulkan setiap doa hambaNya, tidak yakin bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya.
Inilah akibat dari tidak menjaga keimanan, akibat dari tidaknya memaknai sepenuhnya kalimat innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun, hati akan berada dalam keraguan kepada Allah. Apabila hati telah ragu maka bila kita memperoleh kebaikan atau suatu kesenangan terhadap suatu hal sudah pasti kita merasa puas dan mengatakan "Allah baik banget dengan diriku" "Alhamdulillah ya Allah atas segala yang kau berikan" tetapi bila diberi cobaan langsung berbalik belakang dan mengatakan "Kenapa Allah tidak adil terhadapku?" "Kenapa harus aku yang diberi cobaan ini?" "Sebenarnya apa sih mau Allah", seakan-akan Allah tak pernah memberikan kenikmatan hidup.
Dan Allah katakan untuk yang berada dalam keraguan ini bahwa mereka rugi dunia dan akhirat. Allah yang katakan sendiri, dengan terang-terangan bahwa mereka rugi dunia dan rugi akhirat, naudzubillah.
Semoga keimanan ini selalu dapat terjaga meski cobaan datang silih bergantiAgar Allah bimbing hati iniAgar aku tak dalam keraguan kepadaNyaAgar aku tak rugi di dunia dan di akhirat
#MatrikulasiNAKID
@nakindonesia (instagram)

Komentar
Posting Komentar