Puasa dan Taqwa

Resume dari video Ust.  Nouman Ali Khan: Mengapa Muslim Berpuasa? 

Telah saya ketahui bahwa Allah mengadakan bulan Ramadhan dan di dalam bulan tersebut umat Islam diwajibkan berpuasa agar menjadi hambaNya menjadi bertaqwa. Namun saya mencari arti dari taqwa itu sendiri tetapi selalu bertanya-tanya; "Kenapa tujuan berpuasa di bulan Ramadhan ini agar bertaqwa?", "Saat puasa harus bagaimana saja agar tujuan taqwa itu tercapai?".
Melalui video tersebut dijelaskan bahwa dalam surah Al-Baqarah ayat 183, Allah mewajibkan orang-orang beriman untuk berpuasa dan "la'allakum tattaquun" artinya sehingga kalian menjadi bertaqwa. Dalam ayat ini Allah menyebutkan tujuan dari Ramadhan dan harapan Allah agar hambanya dapat bertaqwa tetapi bukan berarti semua yang berpuasa bisa menjadi bertaqwa setelahnya, harapan bahwa kita bisa mencapainya sangat ada tetapi tak ada garansi. 


Dengan puasa kita bisa mencapai taqwa. "Taqwa" dalam bahasa Arab artinya keinginan untuk melindungi diri sendiri untuk waspada terhadap masalah. Taqwa berasal dari kata "Wiqayah" yang secara harfiah berarti perlindungan. Maka dengan kata lain Allah mengatakan bahwa 
"kalian diberi puasa seperti orang-orang sebelum kalian, semoga kalian menumbuhkan keinginan untuk melindungi diri kalian." 

"Melindungi dari apa?"
Melindungi dari menceburkan diri pada masalah yang lebih jauh, melindungi dari menceburkan diri ke dalam hukuman, melindungi diri dari mengecawakan Allah, mengecewakan Rasulullah SAW, dan dari mengecewakan diri kalian sendiri, dan dari semua hal negatif.

"Apa hubungan puasa dengan taqwa?"
Puasa itu hubungannya dengan fisik, bagaimanapun kualitas iman kita pasti kita tetap merasakan lapar dan haus saat berpuasa. Ketika kita lapar, maka perut akan berteriak "beri aku makan!", kerongkongan pun berteriak "beri aku air!" maka terjadilah perang fisik dalam diri kita. Hati kita berperan seperti panglima dan berkata "tahan sampai maghrib! Kita akan mematuhi Allah sampai maghrib!". Puasa lebih dari menahan lapar dan haus, ia juga harus menahan hawa nafsu lainnya seperti seorang pemuda di jalan melihat seorang wanita lewat, maka mata akan memeiliki keinginan untuk melihat lebih lama namun hati menyuruh mata untuk berhenti, "Tidak! Palingkan pandangan matamu dan katakan astaghfirullah! Jangan melihat yang bukan halal, ingatlah akan ada waktunya melihat wanita halal entah karna menikah atau karna masuk surga Allah". Namun hati yang seperti ini jarang terjadi, lebih sering hati menuruti mata karna menahan hawa nafsu ini tak semudah menahan lapar dan haus sehingga Allah hadirkan Ramadhan.
Ramadhan sebagai kesempatan selama 30 hari berturut-turut untuk latihan menahan diri lebih dari menahan lapar dan haus, menjadikan hati yang berkuasa dan tubuh patuh terhadap hati maka hati akan kuat untuk berkuasa. Bila latihan ini dilakukan di bulan Ramadhan akan lebih sulit, karena ada setan yang terus mengganggu. Di bulan Ramadhan Allah mengunci setan dan menjamin manusia tidak digoda setan selama Ramadhan. Bila hati benar-benar dilatih keras selama 30 hari di Ramadhan maka setelah Ramadhan kita bisa melindungi diri kita sendiri meskipun ada banyak godaak setan dan inilah tawqa yaitu kemauan untuk melindungi diri.

Semoga kesempatan Ramadhan ini benar-benar kita jadikan momen untuk melatih hati kita untuk menjadi panglima diri kita sendiri agar Allah golongkan kita menjadi hambaNya dapat mencapai tujuan Ramadhan yaitu menjadi bertaqwa, aamiin ya rabbal'alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tindakan yang menghasilkan identitas

Reconnecting with Quran vol.2

hakikat proses hidup