Akhlah adalah rezeki (??)

Dua pendapat ulama yang berbeda mengenai Sumber Segala Penyakit Hati
menurut pendapat Al-Hilali dan Ibn 'Asyir adalah cinta kepada dunia yang fana, sedangkan menurut Ibn 'Atha'illah adalah kepuasan seseorang terhadap diri sendiri. jadi yang mana yang benar? aduh gausah tanyain yang mana yang paling bener. semuanya bener menurut gw dan semuanya bisa kita dalami hikmahnya.
kali ini gw mau bahas mengenai sumber segala penyakit hati adalah kepuasan seseorang terhadap dirinya maka manusia yang selalu merasa tidak puas terhadap diri sendiri adalah manusia dengan kualitas yang baik. maksud disini adalah ketidakpuasan terhadap rezeki dari Allah berupa ilmu, akhlak, amalan bukan terhadap segi finansial.
Sidi Ahmad az-Zarruq berkata bahwa ada 3 tanda dimana seseorang puas dengan dirinya.
1. Orang yg peka terhadap haknya dan tidak peduli dengan hak orang lain, sedangkan dalam islam tanggung jawab seseorang itu lebih besar daripada haknya
2. mengabaikan kesalahan-kesalahan yang ada pada dirinya dan disibukkan dengan kesalahan-kesalahan orang lain
3. banyak memberi kelonggaran terhadap dirinya.
Sidi Ahmad az-Zarruq juga berkata 3 tanda dimana seseorang tidak puas dengan dirinya.
1. saat seseorang tau bahwa dirinya sangat banyak salah dan sangat berhati-hati dengan pamrih
2. sangat berhati-hati dengan cacat hatinya
3. memaksakan dirinya sendiri untuk melakukan perbuatan yang sulit, misal sedikit makan dan menggunakan uangnya untuk bersedekah
untuk bisa menjadi manusia dengan kualitas baik a.k.a selau tidak merasa puas bisa diupayakan melalui berbagai hal salah satunya memilih teman yang tepat, Imam Ibn 'Atha'illah memberi nasihat: "Janganlah kamu menjadikan teman, seseorang yang kondisinya tidak mengangkat dirimu dan ucapannya tidak mengajakmu untuk mendekat kepada Allah".
seperti yang gw bilang diawal bahwa akhlak itu adalah rezeki dari Allah maka jangan pernah lupa untuk meminta diberikan akhlak yang baik untuk kita, kelurga kita, guru-guru kita, dan teman-teman kita. dengan begitu, meskipun kita sedang berada di lingkungan yang didalamnya banyak manusia yang kurang baik akhlaknya, semoga doa kita kepada Allah bisa menjadi pelindung.
dan menjadi manusia yang tidak pernah merasa puas adalah pelajaran seumur hidup karena memang selalu perlu dilatih. Bismillah....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tindakan yang menghasilkan identitas

Reconnecting with Quran vol.2

hakikat proses hidup