cerita vol 4. semoga terakhir
setelah menutup hati dan menemukan diri sendiri kembali ternyata tidak membuat aku kuat untuk diam membisu ketika si brengsek datang. pancingan ada saja yang membuat aku kembali larut dalam percakapan dan melupakann perjuangan diri ini mati-matian untuk menyelesaikan segala rasa dengan dia. di waktu yang sama ada seseorang datang, sedangkan aku masih berprinsip tidak akan membuka diri sebelum benar-benar selesai dan sembuh.
waktu berjalan sampai merubah rasa ku untuk si brengsek. hambar menuju ke ilfeel. hingga tiba diperkuliahan hari kedua semester 2, pak nyoman mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari "Jadi kalau manusia juga kaya elektron dalam atom kalau dia lepas dari 1 atom maka harus ada atom lain yang nerima, kalo gak ada elektron itu ya pasti balik lagi ke atom sebelumnya"
deeggg.
"hmm apa ini pertanda aku tanggepin aja orang yg tiba2 dateng ini" obrolannya natural terus berlanjut dan seru. sampai aku dimomen ketemuan dan percakapan yang semakin mengarah kesana. awalnya bayang-bayang si brengsek belum hilang, wong si brengsek itu masih suka nelpon bahkan video call kok, bahkan ngajak ketemuan. beruntungnya aku ada manusia A ini, bikin aku sadar masih ada lelaki yang suka kita dan lebih baik dari si brengsek itu.
block si brengsek
fokus ku adalah mengenal dia dari segala aspek. masih takut untuk terlalu terbuka dan menjatuhkan hati. "bagaimana kalau bukan si A takdir ku?" "kalau ujungnya bukan dia, kenapa sampai sekarang masih ku lanjutkan ya?" "aku nanti nyakitin dia gak ya?"
aku masih dengan ayu seperti itu.
semoga Allah selalu menuntun ke jalan terbaik, semoga Allah mengikhlaskan kami dengan takdir kami kelak. Semoga Allah selalu membimbing masing-masing kami dan ridho
aku selalu berusaha hati-hati. hati-hati berbicara, bertindak, karena seringnya apa yang telah aku ucapkan dan lakukan tidak sinkron dengan apa yang aku rasa dan butuhkan. Tapi kesannya aku seperti menyakiti hati dia, aku menggantung dia. Padahal tak pernah ada niat untuk itu. tidak pernah aku mau untuk menyakiti dia. beberapa kali diri ini labil, seharusnya aku hentikan atau teruskan tapi selalu aku mau mencoba sampai sekarang. Aku pikir tidak akan meyakiti siapapun.
Disaat aku mulai ada kebergantungan dengan kehadirannya, tapi aku tidak ingin gegabah untuk menjatuhkan hati. Aku pernah beberapa kali gagal, dan berakhir menyakiti hati orang. Aku menenangkan diri ini dengan menyadari bahwa aku tidak pernah ada niat untuk menyakiti dia, maksud ku hanya untuk kebaikan bersama jangka panjang, menghindari patah hati yang besar karena terburu-buru berkata iya. Kini aku kembalikan saja kepada Allah dan aku sudah pasrah dan akan ikhlas kalau semua ini diambil dan dia pergi.
How lucky I am, bisa ngerasain ada kehadiran sosok kamu. Kasih terus tanpa pikirin timbal baliknya. Aku ngerasain hadir kamu, bersyukur karena ada kamu.
Bulan januari di tahun 2022, masih ada kamu di hidup aku. semakin mengenal kepribadian kamu. mungkin kamu menyebalkan karena sangat suka menjebak aku dengan pertanyaan yang aku hanya bisa jawab "gatau" tapi kamu sabar, sampai saat ini sangat sabar menghadapi aku yang banyak gak taunya dan aneh.
Semakin aku kenal kamu aku semakin sedih, karena aku semakin tau kamu sebaik itu dan akan sulit cari sosok lelaki seperti kamu tapi pekerjaan ibu bapak kamu buat aku khawatir, ibu bapak aku selalu dapat menantu yang keluarganya "ada" walaupun yang satu kepribadian lelakinya buruk dan yang satu lagi penghasilannya tidak besar. kamu, kepribadiannya baik, kamu juga realistis dan berusaha cari yang penghasilannya besar, tapi..........
Kamu lelaki pertama yang kasih aku ini itu, traktir aku, beliin barang buat aku. Aku gak pernah ngarepin itu semua dari kamu, karena dengan yang sebelumnya aku gak pernah dapetin itu. jadi buat aku you treat me so great and I grateful for that.
Kamu dengan segala pemikiran kamu tentang cinta dan perempuan, yang menurut ku masih terlalu dini untuk memvonis "perempuan tu gini dan gitu" tapi aku gabisa menyalahkan pikiran kamu, bukan aku kalau seperti itu. I will show you that any different girl who choose a man on her way not on girl way generaly.
Kakak ku, meskipun mereka rese karena selalu memaksa aku berpikir ke depan, selalu bilang aku jahat, selalu berpikir aku akan ninggalin kamu. Ternyata hal itu yang buat aku berpikir kalau kamu gak pantes buat aku tinggalin gitu aja, aku gak bertahan karena harta kamu, aku bertahan karena sikap kamu. kamu sabar, santun, dan menjaga. aku gak tau seberapa besar kamu nahan untuk gak pegang aku. kamu begitu menghargai aku as a woman, dan aku bersyukur karena itu semua. kamu selalu mau belajar, improvement untuk karir, dan menjaga cinta. How can I left you?
Kalaupun nantinya bukan sama kamu takdirnya, aku sangat berharap kamu duluan yang dapet pengganti dan duluan ke bingkai pernikahan. Aku sangat berharap kita bisa saling mengikhlaskan dan Allah bikin kita ikhlas dan lapang untuk nerima ini semua.
"Lu takut gak go?"
"gw takut bangetlah kehilangan lu"
Algo, aku harus apa kalau nanti takdirnya bukan sama kamu? Apa aku bisa kalo bukan sama kamu?
Aku akan berusaha untuk minta sama Allah biar kamu aja takdir aku. kamu aja teman hidup aku. aku gak mau yang lain go.
Bandung, tak akan mengubah pikiran dan hati ku, tentang kamu tak akan pudar meski aku di sana.pertengkaran pasti ada untuk 2 insan yang dekat. diuji kelanggenan bersamanya. makasih kamu bisa hadapin aku yang suka tiba-tiba meragukan dan mau mengakhiri ini semua. makasih banyak kamu selalu ada buat aku dan sabar hadepin aku yg aneh.
sudah lebih dari setengah tahun aku kenal kamu dan dekat sama kamu, semua keraguan aku satu persatu solved, dan kita semakin hari seperti melengkapi puzzle yang entah kapan kita lihat hasil akhirnya. tapi sama kamu dan maunya sama kamu, aku yakin aku bisa lihat hasil akhirnya. semakin hari aku semakin bersyukur dengan kita yang semakin bertumbuh bersama. Allah tuh baik ya, bisa pertemuin aku sama kamu.
yang kemarin-kemarin mah perhatiannya belum seberapa sama yang sekarang, intinya semakin hari kamu semakin baik dan aku gapernah berharap apapun, aku cuma mau pastiin kamu senyum sama aku, kamu tenang sama aku. apapun yang terjadi kedepannya, aku tetep sama kamu. kamu gak berjuang sendiri, kamu sama aku, kita berjuang bersama. aku gak akan biarin kamu sendirian, kalau ada masalah yang aku juga gatau solusinya, seenggaknya aku bisa ada disamping kamu, tenangin kamu. Kamu gak berjuang untuk kuat sendirian, aku juga akan dan selalu belajar untuk terus kuat. Kamu gak akan capek sendirian, aku juga mau capek.
Aku sudah jatuh hati tapi aku tetap tidak mau melebihi Allah. Semoga Allah selalu menuntun ke jalan terbaik, semoga Allah mengikhlaskan kami dengan takdir kami kelak. Semoga Allah selalu membimbing masing-masing kami dan ridho.
Halo sayangkuu cintakuu...
Selamat ulang tahun yang ke 26, semoga sehat selalu, semakin baik kuat dan bermanfaat untuk sekitar kamu, semoga juga selalu jadi manusia yang gak pernah berhenti belajar.
Aku bersyukur kenal dan deket sama kamu bahkan punya cita-cita masa depan sama kamu. maafin aku banyak kurangnya, aku pelan-pelan coba untuk perbaiki. makasih selalu ada buat aku sampai hari ini. Masing-masing kita pasti ada kurangnya, yang udah kita saling tau kekurangannya sejauh ini, semoga kita bisa saling paham dan saling mengingatkan satu sama lain dengan cara yang baik. Semoga kita lebih banyak mengingat kebaikan dan kelebihannya. Makasih karna jawaban kamu pas aku tanya kenapa sayang dan mau sama aku itu adalah tanpa alasan.
Aku banyakkk doain kamu. Salah satu doa aku semoga kita memang tepat untuk menjadi teman hidup selamanya, bisa saling asih asuh dan sayang apa adanya, dan tetap terus berjalan bersama meskipun jalannya sulit penuh rintangan.
Sekali lagi selamat ulang tahun sayang. semakin dewasa dan bahagia. inget, dewasa dan bahagia itu kita yang ciptakan dan usahakan.
I love you more and most <3
Sudah berjalan ke 2 tahun kita bersama. Lelaki itu masih mencintai ku dengan porsi yang sama. Aku mencintainya dengan kadar yang 0% menuju 100%. Meragu hanya terjadi dalam diriku sedangkan lelaki itu tak ada keraguan meski sikap ku semakin tidak baik. Dia yang semakin hari semakin mencoba untuk mengerti aku yang semakin tidak bisa dimengerti. Apa yang aku mau dan tidak mau semakin jelas saat dengan lelaki ku.
Sayang, semoga Allah mendengar doa kita dan mengabulkannya.
Cintaaa ku,
Kisah kita dimulai dengan senyum ibu dan bapak aku, yg bikin aku yakin untuk melanjutkan hubungan ini. Kini aku dibuat bingung bukan main, bapak seperti bertindak seenaknya dan tidak menghargai kamu dan hubungan kita.
Kamu banyak kurangnya, tapi aku juga lah pasti. Yg terlihat mungkin lebih di kamu yg banyak kurangnya.
Aku sejujurnya sekarang bingung, sayang. Aku harus perjuangkan atau tidak. Aku takut banget perjuangan aku ini buat kamu dan keluarga sakit. Aku pasti akan sakit bahkan saat ini juga sakit tapi aku yakin Allah bersama ku.
Aku ingin rasanya Allah jawab pertanyaan kita. Apakah aku dan kamu berjodoh? Apakah kami bisa sampai bingkai pernikahan? Apakah kami harus berhenti saat ini? Apa yg Engkau persiapkan untuk kami, Tuhan?
Semoga Allah memantaskan kita berdua, sayang. Semoga Allah memberikan cintaNya ke kita. Dan semoga Allah melembutkan hati keluarga ku dan keluarga kamu.
ternyata hidup gabisa kita tebak dengan mudahnya. setidak pasti itu dunia ini. hari ini 5 juli 2024, aku yakin kamu orangnya tapi aku gayakin apakah takdir berpihak ke kita? aku yang masih harus membanggakan ibu dan bapak, kamu yang masih harus jaga ibu kamu dan bantu kaka kamu. kita yang sama-sama belum berani mengecewakan mereka demi kesatuan kita. susah banget. gak ketebak banget. tapi dari sini mungkin cara Dia untuk menegur kita bahwa kita itu lemah, dan tak bisa apa-apa tanpa campur tanganNya. hati kita cepat rapuh, mental kita cepat putus asa, pikiran kita yang mudah meledak, dan badan yang ikutan sakit atas itu semua. yang tau jawabannya cuma Allah, tapi Allah belum kasih jawaban. Yang aku lakuin sekarang ada doa, nangis, dan berkegiatan untuk melupakan pikiran-pikiran yang gak berujung. Aku mau tau bagaimana kalau ternyata kita sampai juga di bingkai pernikahan. aku juga mau tau bagaimana kalau ternyata kita tak sampai kesana. akan jadi seperti apa kamu dalam melanjutkan hidup? akan jadi apa aku?
kita yang terbiasa saling ada. kita yang masih berjuang. apa akhirnya, Tuhan?
Komentar
Posting Komentar